Selengkapnya Obyek Wisata Air Terjun Anglo

Sekolah Berbasis Agama dan Budaya

Bandarlampung, Dalam rangka berperan serta dalam rangka upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, membentu karakter bangsa dan ahlak mulia, serta meningkatkan kualitas manusia Indfonesia seutuhnya, Pemerintah Provinsi Lampung mempunyai kewajiban membina dan mengembangkan pendidikkan yang bermutu bagi warga masyarakat sehingga dihasilkan kekluaran pendidikkan yang berkualitas.
Demikian salah satu pertimbangan diterbitkannya Peraturan daerah Provinsi Lampung tentang penyelenggaraan Pendidikkan berbasis Agama dan Budaya, yang Draft Rancangannya saat ini sedang dibahas di DPRD Provinsi Lampung.
Untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai masukkan penyusunan Raperda inisyatif Komisi E DPRD Lampung ini, Senin (13/02) Panitya Khusus –Pansus- Penyusunan Raperda, menggelar diskusi dengan menghadirkan berbagai nara sumber, seperti Akademisi, Budayawan, Mahasiswa, Jurnalis, serta unsur Birokrat, para Kepala Dinas Pendidikkan kabupaten/Kota, Kepala Kantor Agama Kabupaten/Kota dan MUI.
Pada diskusi yang digelar di Ruang Rapat Utama Komisi DPRD Lampung ini, mencuat berbagai saran dan pendapat terhadap draft Raperda ini, seperti dikemukakan Wakil Ketua DPRD – INDRA ISMAIL yang mempersoalkan pasal 10 yang mewajibkan setiap penyelanggara pendidikkan untuk menyediakan sarana dan prasarana ibadah sesuai agama masing-masing.
”ini masih harus di rumuskan, apakah penyediaan tempat ibadah itu hanya khusus untuk yang mayoritas saja, atau harus menyediakan 4 tempat ibadah, Musholla, Gereja Kristen dan Katholik, Pura dan Vihara”Katanya mempertegas.
Sementara nara sumber lainnya mempersoalkan pasal 7 angka (1) yang menyebutkan, Pendidikkan berbasis budaya berlandaskan pada filosofi adat Lampung Pi’il Pesenggiri, Nemui nyimah, sakai sambaian dan Nengah Nyapur masih kurang harus ditambah Bejuluk Beadok.

Sumber : www.lampungprov.go.id